Empat sehat lima sempurna bukan lagi ukuran untuk mencapai
standar gizi dan kesehatan, terutama untuk anak-anak.
Selama ini masyarakat salah kaprah mengenai program makanan
sehat tersebut. Seharusnya masyarakat juga memerhatikan jumlah kalori yang diberikan kepada anak, terutama anak
usia sekolah.
Jumlah makanan ini berkaitan juga dengan porsi makan anak
yang harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Keseimbangan antara makanan sehat
dan jumlah inilah yang mengubah empat sehat lima sempurna menjadi makanan gizi seimbang.
Selama ini kan masyarakat tahunya ini sudah empat sehat
lima sempurna. Ada nasi, lauk, sayur, buah, dan susu. Tapi, sudahkan mengatur
jumlah makanan tersebut? Belum bisa dibilang kita makan dengan nasi dan ikan,
tapi ikan asinnya satu saja. Atau, memberikan anaknya makan dalam porsi besar.
Itu kan berarti belum memenuhi gizi seimbang. Anak jangan hanya dikasih makan.
Kita harus tahu juga berapa kalori yang dibutuhkan untuk anak.
Jumlah kalori yang dibutuhkan anak berbeda-beda. Anak usia
sekolah yang belum memasuki masa puber membutuhkan 1.600-2.500 kalori per hari.
Memasuki masa transisi menuju usia dewasa, sebagian besar anak perlu
meningkatkan asupan kalori menjadi 2.500-3.000 per hari. Jumlah ini juga disesuaikan
dengan aktivitas anak sehari-hari. Anak aktif tentu lebih banyak membutuhkan
asupan kalori.
Nila menambahkan, pola makan masyarakat Indonesia juga harus
diperbaiki untuk mencapai gizi seimbang. Selama ini masyarakat cenderung
tergantung pada nasi. Bahkan pemerintah juga mengimpor beras untuk memenuhi
kebutuhan akan beras. Padahal, di Indonesia yang kaya akan makanan, beras bisa
digantikan dengan jagung atau ubi-ubian.
Untuk memenuhi gizi juga tidak harus melulu nasi, daging.
Kita kan juga bisa mengganti dengan ubi, jagung, dan masih banyak makanan
pengganti yang lebih banyak mengandung protein tinggi, bagus untuk anak-anak.
Daging juga bisa diganti dengan ikan. Banyak potensi, tapi sekarang tergantung
orangtua, sudahkah memiliki pengetahuan gizi baik untuk anak.
Orangtua dan anak perlu mendapat
bimbingan dan pendidikan tentang gizi seimbang bagi anak-anak usia sekolah. Selain itu, guru-guru di sekolah jangan hanya menekankan
pada empat sehat lima sempurna, tetapi juga gizi yang seimbang dari makanan
tersebut.
SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar